Tangerang Selatan – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik di Indonesia, program studi magister Pendidikan matematika (MPMt) Universitas Terbuka melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025 menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Strategi Pembelajaran Numerasi bagi Guru Sekolah Dasar untuk Menghadapi Tantangan Kurikulum Merdeka”. Kegiatan yang berlangsung di SDN Pondok Cabe Udik 01, Jl. Pondok Cabe Raya No.35, Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten ini mendapat sambutan positif dari para guru an tenaga pendidik di lingkungan sekolah tersebut.

Gambar 1. Lokasi Kegiatan PkM MPMt Universitas Terbuka Tahun 2025
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Terbuka, Dr. Endang Wahyuningrum, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan literasi numerasi sebagai salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik dalam era Kurikulum Merdeka. Beliau juga menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para guru tentang bagaimana mengintegrasikan pembelajaran numerasi secara efektif dalam proses pembelajaran di kelas. “Literasi numerasi bukan sekadar kemampuan menghitung, tetapi merupakan kemampuan untuk menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk, seperti grafik, tabel, dan bagan, serta menggunakannya untuk membuat keputusan. Oleh karena itu, guru- guru perlu dibekali dengan strategi pembelajaran yang tepat agar dapat mengembangkan kemampuan numerasi siswa secara optimal,” ujar Dr. Endang dalam sambutannya. Kepala Sekolah SDN Pondok Cabe Udik 01, Bapak Suib, S.Pd., secara resmi membuka kegiatan pelatihan ini. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Universitas Terbuka atas kepeduliannya dalam meningkatkan kompetensi guru-guru, khususnya dalam mengimplementasikan pembelajaran numerasi yang efektif di sekolah dasar. Bapak Suib juga menyatakan harapannya agar melalui pelatihan ini, para guru dapat mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami konsep numerasi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar 2. Pembukaan Kegiatan PkM MPMt Universitas Terbuka
Pelatihan yang diketuai oleh Dr. Ardi Dwi Susandi, M.Pd., ini menghadirkan empat narasumber kompeten yang menyampaikan materi secara komprehensif dan terstruktur. Setiap narasumber membawakan topik yang saling melengkapi, memberikan gambaran menyeluruh tentang literasi numerasi mulai dari konsep dasar hingga implementasi praktis di dalam kelas. Dr. Endang Wahyuningrum, M.Si., sebagai narasumber pertama, memberikan pemaparan mengenai “Konsep Dasar Kemampuan Literasi Numerasi”. Dalam sesinya, beliau menjelaskan bahwa literasi numerasi merupakan kemampuan menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari. Beliau juga menguraikan berbagai komponen literasi numerasi, termasuk pemahaman tentang bilangan, operasi hitung, pengukuran, geometri, data dan statistik, serta probabilitas. Dr. Endang menekankan pentingnya membangun pemahaman konseptual yang kuat pada siswa, bukan hanya kemampuan prosedural dalam mengerjakan soal-soal matematika. Materi ini memberikan landasan pemahaman yang kuat kepada para guru tentang esensi literasi numerasi dan perannya dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Gambar 3. Kegiatan PkM Materi kesatu
Dr. Yumiati, M.Si., narasumber kedua, membawakan materi “Strategi Pembelajaran Literasi Numerasi di Sekolah Dasar”. Beliau membagikan berbagai strategi praktis yang dapat diterapkan guru untuk mengembangkan kemampuan numerasi siswa dengan cara yang menarik dan kontekstual. Diantaranya adalah pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran kooperatif. Dr. Yumiati juga memberikan contoh-contoh konkret bagaimana mengintegrasikan pembelajaran numerasi dengan mata pelajaran lain, sehingga siswa dapat melihat relevansi matematika dalam berbagai bidang kehidupan. Beliau menekankan pentingnya menggunakan konteks yang dekat dengan kehidupan siswa agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Strategi-strategi yang dibagikan mendapat respon positif dari para peserta, yang banyak mencatat dan bertanya untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.

Gambar 4. Kegiatan PkM Materi kedua
Dr. Sudirman, M.Pd., sebagai narasumber ketiga, menyampaikan materi mengenai “Teknologi dan Asesmen dalam Pembelajaran Literasi Numerasi”. Dalam era digital ini, teknologi dapat menjadi alat yang sangat powerful untuk mendukung pembelajaran numerasi. Dr. Sudirman memperkenalkan berbagai aplikasi dan platform digital yang dapat digunakan guru untuk membuat pembelajaran numerasi menjadi lebih interaktif dan menarik. Beliau juga mengupas tentang berbagai teknik asesmen yang tepat untuk mengukur perkembangan kemampuan numerasi siswa, baik asesmen formatif maupun sumatif. Dr. Sudirman menekankan pentingnya asesmen yang autentik, yang tidak hanya mengukur kemampuan prosedural siswa dalam mengerjakan soal, tetapi juga kemampuan mereka dalam menerapkan konsep numerasi untuk memecahkan masalah nyata. Peserta pelatihan diberi kesempatan untuk mencoba beberapa aplikasi pembelajaran yang direkomendasikan dan berdiskusi tentang bagaimana mengintegrasikannya dalam pembelajaran di kelas masing-masing.

Gambar 5. Kegiatan PkM Materi ketiga
Sesi terakhir dibawakan oleh ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ardi Dwi Susandi, M.Pd., yang mengangkat tema “Implementasi Kemampuan Literasi Numerasi dalam Kurikulum Merdeka dan Tantangan Serta Solusinya”. Materi ini memberikan panduan praktis bagi guru dalam mengintegrasikan pembelajaran numerasi ke dalam kerangka Kurikulum Merdeka, yang memberikan fleksibilitas lebih besar kepada guru dalam merancang pembelajaran. Beliau menjelaskan bagaimana Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa dan berbasis pada kompetensi. Beliau juga membahas berbagai tantangan yang mungkin dihadapi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran numerasi, seperti keterbatasan sumber daya, keberagaman kemampuan siswa, dan tekanan untuk menyelesaikan materi kurikulum. Untuk setiap tantangan, Dr. Ardi memberikan solusi-solusi praktis yang dapat diterapkan oleh guru, berdasarkan pengalaman dan penelitian di bidang pendidikan matematika.

Gambar 6. Kegiatan PkM Materi keempat
Para guru yang mengikuti pelatihan ini menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dan bertanya seputar implementasi strategi pembelajaran numerasi di kelas masing-masing. Banyak pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan bagaimana mengatasi kendala-kendala praktis dalam pembelajaran, seperti menangani siswa dengan kemampuan yang beragam, mengelola waktu pembelajaran, dan mengintegrasikan teknologi dengan sumber daya yang terbatas. Para narasumber dengan sabar menjawab setiap pertanyaan dan memberikan contoh-contoh konkret yang dapat diadaptasi oleh para guru sesuai dengan kondisi di sekolah masing-masing. Diskusi yang interaktif ini membuat suasana pelatihan menjadi sangat hidup dan produktif. Beberapa guru juga berbagi pengalaman mereka dalam menerapkan pembelajaran numerasi, yang kemudian didiskusikan bersama untuk mencari solusi terbaik.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoretis, tetapi juga memberikan panduan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran. Para peserta juga mendapatkan berbagai materi pendukung, termasuk modul pelatihan, contoh rencana pembelajaran, dan instrumen asesmen yang dapat mereka gunakan sebagai referensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan wujud nyata dari komitmen Universitas Terbuka dalam berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan guru-guru sekolah dasar menghadapi tantangan implementasi Kurikulum Merdeka. Melalui pelatihan seperti ini, diharapkan para guru dapat terus mengembangkan kompetensi profesional mereka dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Sebagai penutup kegiatan, para peserta menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan topik-topik lain yang juga relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Universitas Terbuka menyambut baik masukan ini dan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan profesional guru melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.